Keanjingan memenangkan pertempuran
Tinggal keadaan kumuh, putus asa
Lemah dan busuk dalam lubang yang hitam
Kini dunia hampa
Harapan hanya umpama
Terlintas dan terlewat
Pada jasad pencinta bual
Hirau relakan kesejatian
Terjatuh pada tempat tersempit
Berserakan, lunglai dan membodoh.
Kekinian telah berakhir
Terganti awal kelam
Masa-masa setan
Yang bergentayangan dijalan
Tak sudi kembali
Untuk menjerat keakraban
Sudahi keputusan
Dan benahi lagi
Usia terus berjalan
Seperti mobil-mobil
Berlaju tanpa rem dan
Perhentian tuk singgah
Sudahi sudahi
Keputus-asaan dan lewati
Karena terbaik ialah
Cintai diri dan Mati
Pada keabadian…..
Biar hingar bingar
Lampau seketika
Terhilang dalam bayang
Kelam dan menjadi cahaya
seKian ^_^
wanita baik (Puisi)
Asslmlkm wrwb.
Hidup itu misteri dan entah kapan ku mampu jawab semua itu ?!
Mungkin itulah sepenggal lalu yang menyelimuti.
saat hadirmu hinggap. semuanya berubah,
ini bukan sebuah kesalahan,
yang tersesal atau ter ratap.
maha suci allah yang telah mencipta semua.
menjadi keindahan dan kemalangan,
perasaan ini tlah tumpah tanpa pamrih.
Hingga angan mulai berbisik ingin miliki,
tapi diri hanya ingin yang sejati ....
wanita baik
maaf atas kehadiran ini
kubenarkan bila ini ketulusan terdalam
yang tertuangan dalam sebuah sarana
karna hati tlah lama resah akan jawabnya
wanita baik,
maukah kau kumiliki menjadi yang sejati?
tuk diri, hingga akhir hayat yang kita miliki
wanita baik, cintai aq jika kau mau
dan jujurlah pada ku
maha suci allah pencipta alam semesta
semoga allah menunjukimu jalan yang lurus
Mungkin Tulisan diatas dapat menggambarkan sedikit tentang perasaan yang sedang aq alami !!biasa demam jatuh cinta hehehe2x
peace
Hidup itu misteri dan entah kapan ku mampu jawab semua itu ?!
Mungkin itulah sepenggal lalu yang menyelimuti.
saat hadirmu hinggap. semuanya berubah,
ini bukan sebuah kesalahan,
yang tersesal atau ter ratap.
maha suci allah yang telah mencipta semua.
menjadi keindahan dan kemalangan,
perasaan ini tlah tumpah tanpa pamrih.
Hingga angan mulai berbisik ingin miliki,
tapi diri hanya ingin yang sejati ....
wanita baik
maaf atas kehadiran ini
kubenarkan bila ini ketulusan terdalam
yang tertuangan dalam sebuah sarana
karna hati tlah lama resah akan jawabnya
wanita baik,
maukah kau kumiliki menjadi yang sejati?
tuk diri, hingga akhir hayat yang kita miliki
wanita baik, cintai aq jika kau mau
dan jujurlah pada ku
maha suci allah pencipta alam semesta
semoga allah menunjukimu jalan yang lurus
Mungkin Tulisan diatas dapat menggambarkan sedikit tentang perasaan yang sedang aq alami !!biasa demam jatuh cinta hehehe2x
peace
Mandalawangi - Pangrango (puisi)
Senja itu ketika matahari turun kedalam jurang-jurangmu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu dalam sepimu
dan dalam dinginmu.
Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku.
Aku cinta padamu Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta.
Malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi
kau datang kembali
dan berbicara padaku tentang kehampaan semua.
Hidup adalah soal keberanian menghadapi yang tanda tanya
tanpa kita mengerti tanpa kita bisa menawar
terimalah dan hadapilah.
Dan diantara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara
aku terima itu semua melampaui batas-batas hutanmu melampaui
batas-batas jurangmu.
Aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup.
(Soe Hok Gie, 19-7-1966)
aku datang kembali
kedalam ribaanmu dalam sepimu
dan dalam dinginmu.
Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku.
Aku cinta padamu Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta.
Malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi
kau datang kembali
dan berbicara padaku tentang kehampaan semua.
Hidup adalah soal keberanian menghadapi yang tanda tanya
tanpa kita mengerti tanpa kita bisa menawar
terimalah dan hadapilah.
Dan diantara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara
aku terima itu semua melampaui batas-batas hutanmu melampaui
batas-batas jurangmu.
Aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup.
(Soe Hok Gie, 19-7-1966)
Sebuah Tanya (puisi)
akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku
(kabut tipis pun turun pelan-pelan
di lembah kasih, lembah mendalawangi
kau dan aku tegak berdiri
melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)
apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika kudekap kau
dekaplah lebih mesra, lebih dekat
(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi
kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya
kau dan aku berbicara
tanpa kata, tanpa suara
ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)
apakah kau masih akan berkata
kudengar derap jantungmu
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta
(hari pun menjadi malam
kulihat semuanya menjadi muram
wajah-wajah yang tidak kita kenal berbicara
dalam bahasa yang kita tidak mengerti
seperti kabut pagi ini)
manisku, aku akan jalan terus
membawah kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru
Soe Hok Gie, 1 April 1969
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku
(kabut tipis pun turun pelan-pelan
di lembah kasih, lembah mendalawangi
kau dan aku tegak berdiri
melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)
apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika kudekap kau
dekaplah lebih mesra, lebih dekat
(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi
kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya
kau dan aku berbicara
tanpa kata, tanpa suara
ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)
apakah kau masih akan berkata
kudengar derap jantungmu
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta
(hari pun menjadi malam
kulihat semuanya menjadi muram
wajah-wajah yang tidak kita kenal berbicara
dalam bahasa yang kita tidak mengerti
seperti kabut pagi ini)
manisku, aku akan jalan terus
membawah kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru
Soe Hok Gie, 1 April 1969
Langganan:
Postingan (Atom)
